PENGARUH PERKEMBANGAN ZAMAN TERHADAP KEBUDAYAAN


 Novia Zahra Zakiah

19310410025

Tugas Ilmu Budaya Dasar

Program Studi Psikologi

Universitas Proklamasi 45

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta / Amin Nurohmah, S. Pd., M. Sc



Pada era globalisasi ini, zaman akan terus berkembang ke zaman-zaman yang lebih canggih dengan manusia-manusia yang berpikiran secara luas. Perkembangan zaman ini tentu sangan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Salah satunya aspek kebudayaan. Bukan hal yang jarang, jika kebudayaan yang ada di suatu daerah akan terkena dampak dari perkembangan zaman. Contohnya seperti pergeseran kebudayaan atau dilupakannya kebudayaan tersebut.

Padahal jika dilihat, kebudayaan adalah bagian penting dari manusia. Kebudayaan yang menciptakan aturan, hubungan sosial dan yang lainnya. Hukum, adat istiadat dan aturan dari setiap tingkah laku manusia merupakan bagian dari kebudayaan. Hal itu menjadi alasan kenapa didalam kebudayaan ada yang disebut pranata. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pranata merupakan system tingkah laku social yang bersifat resmi serta adat istiadat dan norma yang mengatur tingkah laku guna memenuhi kebutuhan manusia.

Dalam pengertian pranata diatas, maka dapat dilihat bahwa kebudayan merupakan bagian dari kebutuhan manusia. Di dalam masayarakat terdapat banyak sekali pranata, namun dalam artikel kali ini saya akan membahas delapan golongan pranata yang ada di masyarakat. Diantaranya yaitu:

1.    Kinship atau Domestic Institutions adalah pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan.

2.    Economic Institutions adalah pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk pencarian hidup, memproduksi, menimbun, dan mendistribusikan harta benda.

3.    Educational Institutions adalah pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan penerangan dan pendidikan manusia supaya menjadi anggota masyarakat yang berguna.

4.    Scientific Institutions adalah pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia, menyelami alam semesta sekelilingnya.

5.    Aesthetic and Recreational Institutions adalah pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia menyatakan rasa keindahannya, dan untuk rekreasi.

6.    Religious Institutions adalah pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan tuhan atau dengan alam gaib.

7.    Political Institutions adalah pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan kelompok secara besar-besaran atau kehidupan bernegara.

8.    Somatic Institutions adalah pranata yang mengurus kebutuhan jasmaniah dari manusia.

Dari delapan golongan pranata diatas, pranata sosial yang akan terpengruh oleh perkembangan zaman yaitu:

1)    Economic institutios, hal ini karena alat atau metode yang digunakan manusia untuk mata pencahariannya akan terus berkembang mengikuti zaman. Pranata ini tidak akan bisa berjalan dengan sempurna jika tidak mengikuti perkembengan zaman

2)     Scientific Institutions dan Aesthetic and Recreational Institutions, karena alat yang digunakan akan terus mengikuti perkembangan teknologi. Jika tidak mengikuti perkembangan, maka akan sangat tertinggal.

3)    Somatic Institutions, hal ini sudah sangat jelas dan sudah sering terjadi di negara manapun. Karena pranata ini akan terus mengikuti trend yang sedang naik daun. Sehingga golongan ini yang paling terpengaruh oleh perkembangan zaman.

 

     Jika diatas kita sudah membahas tentang system tingkah laku manusia atau disebut pranata sosial, maka selanjutnya kita akan membahas tentang sistem tata kelakuan manusia lain yang tingkatnya lebih konkret, seperti aturan aturan khusus, hukum dan norma norma, semuanya juga berpedoman kepada sistem nilai budaya itu.

            Menurut kerangka Kluckhohn semua sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia itu, sebenarnya mengenai lima masalah pokok dalam kehidupan manusia. Kelima masalah pokok itu adalah:

1.    Masalah mengenai hakekat dari hidup manusia (selanjutnya disingkat MH). Bahwa setiap kebudayaan berbeda dalam cara memandang hidup, ada yang memandang bahwa pada hakikatnya hidup manusia merupakan hal buruk dan menyedihkan sehingga hal itu harus dihindari, ada pula kebudayaan yang memandang bahwa hidup manusia itu buruk akan tetapi manusia dapat mengusahakannya menjadi baik. Nyatanya pada era modern ini justru manusia berpendapat pada pendapat yang kedua. Manusia menganggap bahwa kehidupan itu buruk, namun merupakan tanggung jawab diri kita sendiri untuk menjadikan kehidupan menjadi baik.

 

2.    Masalah mengenai hakekat dari karya manusia (selanjutnya disingkat MK). Ada kebudayaan yang memandang karya manusia pada hakikatnya bertujuan untuk memungkinkan meningkatnya nilai hidup, ada juga kebudayaan yang menganggap bahwa hakikat dari karya manusia itu adalah untuk memberikan suatu kedudukan penuh kehormatan dalam masyarakat, dan ada pula kebudayaan yang menganggap bahwa hakikat karya manusia sebagai suatu gerak hidup yang harus menghasilkan banyak karya lagi. Tetapi, nyatanya manusia mencari nafkah dengan mebuat sebuah karya dengan tujuan menabah karya yang sudah ada. Bukan satu atau dua orang yang menjadikan sebuah karya sebagai sumber penghasilan. Namun dengan hal tersebut juga, tak jarang kita akan memiliki sebuah kedudukan di masyarakat tertentu.

 

3.    Masalah mengenai hakekat dari kedudukan manusia dalam ruang waktu (selanjutnya disingkat MW). Ada kebudayaan yang memandang pentingnya masa lampau dalam kehidupan manusia, sehingga masyarakatnya menggunakan contoh-contoh atau kejadian- kejadian dimasa lampau untuk menjadi pedoman dalam hidupnya. Ada juga kebudayaan yang mempunyai pandangan waktu yang sempit, mereka tidak memusingkan diri mereka tentang masa lampau dan masa yang akan datang, dan ada juga kebudayaan yang justru mementingkan pandangan yang berorientasi terhadap masa depan, sehingga perencanaan hidup menjadi suatu hal yang sangat penting bagi mereka. Namun pada saat ini tak jarang manusia yang terjebak dalam masa lalu, atau bahkan tak jarang juga manusia yang terlalu menikmati waktunya saat ini sehingga tidak terlalu mencemaskan masa depannya. Padahal nyatanya kita harus menjadikan masa lampau sebagai pembelajaran, dan kita harus menggunakan waktu kita saat ini untuk masa depan kita. Sehingga tujuan-tujuan kita akan tercapai.

 

4.    Masalah mengenai hakekat dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya (selanjutnya disingkat MA). Bahwa ada kebudayaan yang memandang alam sebagai suatu hal yang begitu dahsyat sehingga manusia pada hakikatnya hanya dapat menyerah saja tanpa berusaha banyak, sebaliknya ada pula kebudayaan yang memandang alam sebagai suatu hal yang dapat dilawan oleh manusia dan mewajibkan manusia untuk selalu berusaha menaklukkan alam, serta ada pula kebudayaan yang menganggap bahwa manusia hanya dapat berusaha mencari keselarasan dengan alam. Pada era modern ini justru manusia lebih cenderung ingin menguasai alam. Tidak peduli dampak yang akan terjadi dikemudian hari, yang penting kebutuhannya saat ini terpenuhi maka alam pun akan dikuasai.

 

5.    Masalah mengenai hakekat dari hubungan manusia dengan sesamanya (selanjutnya disingkat MM). Ada kebudayaan yang mementingkan hubungan vertikal antara manusia dengan sesamanya, dimana tingkah laku dalam keseharian mereka senantiasa berpedoman kepada tokoh-tokoh, pemimpin atau senior. Ada pula kebudayaan yang lebih mementingkan hubungan horizontal antara manusia dengan sesamanya yang menjadikannya setiap orang dalam kebudayaan tersebut akan sangat bergantung pada sesamanya. Bahkan ada kebudayaan yang tidak membenarkan adanya anggapan bahwa manusia dalam hidupnya tergantung pada orang lain, kebudayaan seperti ini sangat mementingkan individualisme dimana manusia harus berdiri sendiri dan sedapat mungkin mencapai tujuan hidup tanpa bantuan orang lain. Untuk masalah ini, jika dilihat dari remaja yang ada maka mayoritas remaja-remaja akan memiliki jiwa individualisme yang kuat. Sehingga tak jarang yang merasa gengsi untuk meminta bantuan atau semacamnya. Padahal nyatanya ketiga pernyataan tersebut harus memiliki porsi masing masing. Karena kita tidak bisa melakukan segala hal sendiri.

            Dari masalah-masalah diatas, dapat dilihat bahwa setiap manusia memiliki pandanga yang berbeda-beda. Karena jalan yang mereka lalui pun berbeda beda. Dan dampak yang mereka dapatkan dari perkembangan zaman pun berbeda-beda. Namun kita sebagai kaum milenial, harus coba untuk berpikir lebih kritis dan lebih luas agar dampak dampak buruk dari perkembangan zaman tidak memenuhi diri kita. Sehingga kita tetap memiliki hubungan sosial, adat , hukum adat dan kebudayaan yang kuat dibanding negara-negara lain.

 



DAFTAR PUSTAKA

Afifah, F. P. (2021, September 16). Apa itu Pranata Sosial? Inilah Pengertiannya, Lengkap dengan Fungsi-fungsinya. Retrieved from Tribunnews.com: https://www.tribunnews.com/pendidikan/2021/09/16/apa-itu-pranata-sosial-inilah-pengertiannya-lengkap-dengan-fungsi-fungsinya

Hanapi, N. (2017). NILAI BUDAYA KOMUNITAS BAJO DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR LIFE SKILL. JPs: Jurnal Riset dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan, 2 (1).

Suheri, A. (2017). HUKUM ADAT SEBAGAI PRANATA HUKUM PENANGKAL ARUS GLOBALISASI . 3 (2).

Wulandari, R. A. ( 2019). Gambaran nilai budaya dan kearifan lokal dalam film Wood Job! JURNAL ILMIAH KOMUNIKASI MAKNA, 7 (2).

 

 

 

 

 

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MOTIVASI DAN KEPRIBADIAN ALLPORT